Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Rafflesia: Cawan Hantu di Bengkulu

Sebuah spanduk buatan tangan bertulisan 'Rafflesia' dibentang di pinggir jalan. Begitu cara masyarakat Bengkulu memberitahu bahwa di tempat itu sebuah bunga langka sedang mekar.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Menyelaraskan Alam di Kawasan Mangrove Karangsong

Ini pengalaman pertama saya mampir ke sebuah rumah dan disodori sajian biji-bijian berwarna hitam, yang ukurannya lebih besar dari kedelai, dan warnanya hitam seperti kopi.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Pengalaman Pertama ke Sumur Minyak

Bergegas berlari di Stasiun Gambir, mengejar kereta yang sebentar lagi berangkat. Tak ingin terlambat. Karena ikut dalam #JelajahEnergiCirebon mungkin akan menjadi pelepas rasa penasaran saya tentang produksi minyak. Antusias? Tentu saja.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

9 Larangan 'Memburu' Rafflesia

Kata orang, beruntung sekali jika bisa melihat bunga Rafflesia arnoldii mekar di habitat aslinya, di Bengkulu. Bagaimana tidak, bunga langka ini bukan tumbuh tumbuh di tengah hutan dan akan mati dalam sepekan.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Tranggulasih. Bukit Wisata Para Milenials

Ketika semua harus turun dari bus besar yang seharian membawa rombongan berkeliling kota, terdengar ada yang berseru, "Kita ganti mobil kecil!" Saya lihat ada sebuah angkot dan sebuah mobil bak terbuka yang biasa mengangkut sapi. Tak berapa lama angkot itu pergi. Jadi....?

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Menyusuri Sisa Kejayaan Batavia

Ada alasannya mengapa 'kantor' Gubernur Jenderal VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) pindah dari Banda Neira, Maluku ke Batavia. Karena letaknya yang strategis di tengah-tengah nusantara bisa dijadikan tempat transit semua rempah dan hasil bumi sebelum kemudian dikapalkan ke Eropa.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Bung Karno Tidak Terasing di Ende

Saat menonton penggalan akhir film SOEKARNO yang diperankan Baim Wong di salah satu stasiun televisi. dalam hati saya berkata, "Wah, kayaknya harus ke sana, nih!"

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Menghabiskan Senja di Papuma

Setelah merubah jadwal dari melihat matahari terbit, menjadi mengejar matahari terbenam. Hati malah jadi was-was, masih sempatkah mendapat sinar matahari sore di pesisir selatan Jawa ini?

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Main ke Hutan Bambu

Seperti namanya, Desa Wisata Alam Hutan Bambu Sumber Mujur, menyuguhkan suasana teduh. pohon-pohon bambu tumbuh bergerombol di mana-mana. Melengkung menaungi jalan atau tumbuh tegak menjulang tinggi.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Gucialit Bukit Berlapis Teh

Mata saya rasanya masih 'rapat' Jam masih menunjukkan pukul 04.00 tapi saya harus bangun karena hendak melihat matahari terbit di kebun teh.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Berdiri di Puncak B29, Lumajang

Terus terang saya bukan "anak gunung". Karena tak terlalu tahan dingin, baru membayangkan harus menempuh pendakian berjam-jam pun saya sudah lelah. Tapi kali ini perjalanan mengejar matahari cukup menyenangkan. Saya tetap bisa tidur di kasur, makan kenyang, mandi, dan hanya mendaki 10 menit saja.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Menjajal Keberanian di Tumpak Sewu

Dari dataran di ujung tebing tampak lubang berbentuk setengah lingkaran, beberapa aliran air jatuh deras ke dalamnya. Lalu terdengar ajakan "Ayo, kita turun ke bawah?" Duh! Apa tidak bisa menikmati air terjun dari atas sini saja?

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Mengejar Matahari di Lolai

Rasanya mata masih melekat, mimpi malam itu pun belum usai. Tapi jam 4 pagi saya harus berangkat dari Toraja Heritage Hotel menuju Lolai, dataran tinggi di Toraja Utara, untuk mengejar terbitnya matahari.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Akhir Pekan di Kota Baru Parahyangan

Memasuki Kota Baru Parahyangan, semua kendaraan akan melewati jalan utama yang melingkari bundaran dengan bangunan di tengahnya. Awalnya tak jelas bentuk bangunannya, tapi setelah melihat bagian runcing di atas atapnya barulah saya sadar, itu adalah jam matahari.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Pampang, Desa Budaya Dayak Kenyah

Hanya bisa duduk pasrah sambil membentangkan peta Kalimantan Timur, sedikit menyesali kurangnya info yang diberikan teman bahwa untuk menuju desa budaya Pampang bisa diteruskan dengan 'ngeteng' dari terminal Lampake, Samarinda.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Pasar Wage. Wisata Seru Antimainstream!

Kalau sedang berwisata ke suatu kota, banyak tempat indah yang ingin didatangi. Tapi banyak yang lupa bahwa pasar tradisional pun merupakan tempat menarik untuk dikunjungi.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Menebak Sejarah di Bus Wisata Keliling Ibukota

Memasuki bus tingkat untuk wisata keliling Jakarta mangkal di halte dekat Stasiun Kota, dan bersiap mendengarkan sejarah sepanjang rute perjalanan 'History of Jakarta'. Di tingkat bawah hanya ada seorang pengemudi wanita, ditemani wanita lain mengenakan seragam yang sama. Selain saya, siapa pula yang berwisata di hari kerja? Kata saya dalam hati.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

'Pencerahan' 13 Kilometer di Jatiluwih

Nyali saya sempat ciut melihat beberapa teman yang sudah pernah merasakan 'penderitaan' di Jatiluwih memilih tidak ikut bersepeda. Terbayang bukit-bukit yang harus dilalui di daerah pegunungan ini. "Berapa seram jalur ini sebenarnya? Apa tidak ada pilihan jalanan rata?' tanya saya dalam hati.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Bali: #JejakMahakarya 2016

Mengapa Bali? Pertanyaan ini muncul dari teman-teman yang menganggap Bali sebagai tempat liburan mainstream, karena memang terbukti untuk sebagian orang kalau budget mepet tapi sakau berlibur, Bali menjadi solusi.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Kabut Pagi di Palembang

Kenikmatan memandang jembatan Ampera di pinggiran sungai Musi jadi berkurang, karena langit biru terhalang kabut putih pekat akibat asap buangan dari cerobong pabrik pupuk ditambah pula udara pagi yang seharusnya segar malah 'dibumbui' bau tak sedap.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Antara Wisata & Sang Pencipta

Seingat saya, baru kali inilah saya datang ke sebuah festival yang bertajuk Wisata Pesona Religi. Karena berlokasi di sebuah pondok pesantren, hal pertama yang saya dan Simbok Venus siapkan adalah pashmina. Sekadar berjaga-jaga, dijadikan kerudung apabila tiba-tiba diperlukan.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Jalan sambil Jajan di Lembah Harau & Kelok 9

Saya sudah gelisah saat bus tak mengurangi kecepatan, terus melaju di tengah lembah melewati tebing-tebing indah. Karena tak ada gunanya kalau tidak turun dan tak bisa memotret ikon Sumatera Barat yang menakjubkan ini.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Berkenalan dengan Si Mbak Ini

Pertama kali bertemu di acara makan siang bersama Dji Sam Soe-Mahakarya Indonesia, saya hanya sempat berjabat tangan. Tak banyak berbincang karena Si Mbak yang satu ini harus segera berpindah ke acara lain. Sibuk sekali tampaknya.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Sakitnya, tuh di Sini!

Terpapar matahari berjam-jam di laut bukan saja membuat kulit terbakar, tapi juga dehidrasi yang bisa membuat bibir 'merekah' pecah-pecah, lalu perih, bahkan terkadang berdarah. Kalau sudah begini, jangankan makan, untuk senyum atau tertawa saja sudah jadi siksaan.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Mengelilingi Pulau Koon

"Mengapa namanya Koon?" tanya saya yang merasa asing dengan nama pulau kecil tak berpenghuni dan dikelilingi air laut yang biru jernih. Begitu pula penamaan pulau Grogos, Nukus, dan Neiden yang berderet berdekatan.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Ekspedisi 'Mabuk Data'

Selama Ekspedisi Koon berlangsung, kapal Menami milik WWF-Indonesia menjadi rumah kami. Tempat untuk mandi, makan, dan tidur. Namun bila hari mulai gelap, deretan laptop yang dibuka menjadi tanda 'kantor' dibuka hingga menjelang tengah malam

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Menjaga 'Surga' di Kawasan Konservasi Perairan Koon

Pulau Koon, Grogos, dan Nukus adalah deretan pulau yang berada di Kawasan Konservasi Perairan Koon, Seram Bagian Timur, Maluku. Dari ketiga pulau itu hanya Grogos yang berpenghuni. Di pulau yang semua lelakinya bekerja sebagai nelayan inilah tim Ekspedisi Koon WWF-Indonesia harus mensosialisasikan tentang kawasan konservasi. Termasuk meluruskan kabar yang tersebar di pulau-pulau Seram Bagian Timur, bahwa pulau Koon sudah dibeli oleh pemodal asing.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Jungkir Balik di Perahu Karet

Menaiki perahu karet yang saya lihat di film-film ternyata bisa saya alami sendiri ketika ikut dengan tim penyelam di Ekspedisi Koon WWF-Indonesia di Seram Timur Laut, Maluku.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Dari 'Toko Cina' sampai ke Keter

Desa Kataloka terletak di pulau Gorom, Seram Bagian Timur, Maluku. Ibukota kecamatan Gorom ini 'memanjang' di pinggir pantai. Jangan bayangkan di sana bahan makanan sulit didapatkan. Walaupun harganya sedikit mahal, tapi 'toko-toko Cina' ‐‐begitu masyarakat setempat menyebutnya, menyediakan apa pun yang dibutuhkan.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Ekspedisi Koon, Penantian Tak Sia-Sia

Ketika melihat pesan singkat dari WWF-Indonesia di akun twitter saya, jantung ini langsung berdetak kencang. Begitu pula saat ditelepon dan ditanya, apakah mau bergabung dalam ekspedisi ke Indonesia Timur? Tak memerlukan waktu sedetik, tanpa sadar saya menjawab, "Ya, dengan senang hati! "

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Monumen Gorom

Langkah saya terhenti ketika melewati monumen yang menggambarkan sebuah perahu motor sedang melaju memecah ombak. Membawa pasukan bersenjata lengkap. Seorang di antaranya memegang sebilah bambu dengan bendera merah putih berkibar di ujungnya.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Kawasan Kota Tua Cirebon

Berawal dari rasa penasaran mencari titik nol kilometer di kota pelabuhan di pesisir utara Jawa ini. Sebuah lokasi yang ditetapkan pada 1808 oleh Herman Willem Daendels dan menjadi patokan dimulainya pembuatan jalan dari Cirebon ke Losari dan Indramayu, dalam rangkaian jalan Anyer-Panarukan. Dan dari lokasi ini pula keindahan 10 bangunan cagar budaya bisa saya nikmati.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Desa Wisata Tegal Wangi,
'Menganyam Hidup' dari Rotan

"Barang siapa yang dapat membuat lampit dari rotan untuk menutupi bale gede, dialah yang akan kujadikan suami," ucap Nyi Mas Semantra yang kemudian dia mengingkari dengan menggagalkan usaha Pangeran Kejaksan yang datang ke Tegal Wangi membawa setumpuk rotan.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Lonceng Keraton Kanoman, Cirebon

Dari kejauhan bangunan kecil dengan lonceng yang tergantung di bagian atasnya tampak seperti sebuah kapel. Padahal sebenarnya bangunan itu dulu digunakan sebagai garasi mobil sultan.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Tatung, Atraksi Percampuran Budaya

Pada hari ke-14, sehari sebelum perayaan Cap Go Meh, suara tetabuhan sudah terdengar dari segala penjuru kota Singkawang, Kalimantan Barat. Gendang, gong, dan kecrek tak berhenti dibunyikan selama para tatung melakukan ritual 'bersih jalan'.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Menginjak Garis Khatulistiwa

Setelah puluhan tahun hanya melihat gambarnya di buku pelajaran dan layar kaca. Akhirnya bisa juga melihat dengan mata kepala sendiri, Tugu Khatulistiwa.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Peribahasa Jawa di Kota Solo

Trotoar tak hanya sekadar tempat bagi pejalan kaki, tapi juga bisa menjadi sarana pengingat kebaikan dan budi pekerti. Di Jalan Dr. Muwardi, Solo contohnya. Peribahasa Jawa, ditulis dalam bahasa latin dan aksara Jawa.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Menikmati Surga Lembah Baliem

Setelah mobil yang membawa kami Rombongan Mahakarya Indonesia berhenti di pinggir jalan raya Sogokma. Perjalanan pun dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati jalan setapak, menyeberangi sungai, menyusuri kebun-kebun, naik-turun bukit, sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat Dani dan Yali, suku-suku asli lembah Baliem, Papua. Berapa lama waktu tempuh menuju Kurima? Empat jam, begitu kata pemandu.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Sore Hari di Soroba

'Dipagari' bukit-bukit karang dan kapur, tampak pengunungan berjajar di kejauhan. Sejak turun dari mobil yang mengantar, begitulah pemandangan di sepanjang perjalanan menuju perkampungan suku Dani Lembah Baliem di utara kota Wamena. Setiap melangkah di jalan setapak, tak habis decak kekaguman keluar dari mulut kami —rombongan Mahakarya Indonesia.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Jayapura, Persinggahan Mahakarya Indonesia

Terbangun dan melihat dari jendela warna biru di cakrawala sangat melegakan hati. Berarti tak lama lagi pesawat akan sampai di Jayapura. Kota persinggahan sebelum rombongan Mahakarya Indonesia melanjutkan perjalanan ke Wamena.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Siap-Siap ke Wamena

Masih beberapa hari lagi keberangkatan saya dengan rombongan #MahakaryaIndonesia dan Gelar Nusantara ke Wamena, ibukota kabupaten Jayawijaya, Papua. Ini akan jadi pengalaman pertama saya pergi ke pedalaman Papua. Kira-kira apa yang perlu disiapkan?

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Mengingat Pahlawan di Malam Hari

Ini terjadi ketika saya 'diculik' dari hotel beberapa jam sebelum tengah malam oleh seorang teman. Bukan untuk berwisata kuliner malam hari, tapi pergi ke kantor Walikota Batu, Jawa Timur.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Menyongsong Matahari di Bromo

Pemandangan indah gunung Bromo selama ini hanya saya lihat di foto-foto kartu pos, majalah, atau di layar televisi. Setiap ada teman yang bercerita keseruan pergi ke sana, saya antusias mendengarkan sambil bertanya-tanya dalam hati, kapan kiranya saya bisa ke sana? Dan akhirnya kesempatan itu datang juga....

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Hiasan di Lautan Pasir Bromo

Para penunggang kuda yang berpacu mengiringi jeep adalah pemandangan biasa di pagi hari di sekitar gunung Bromo. Mereka juga mengerumuni mobil sambil menyodorkan selembar kertas kecil bertuliskan nama. Kertas itu sebagai tanda jadi, bahwa kita menyewa kuda untuk sampai di kaki gunung Bromo.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Mengejar Blue Fire di Kawah Ijen

Jam baru menunjukkan lewat tengah malam, dengan mobil jeep sewaan rombongan Indonesia Travel harus berangkat dari hotel di Banyuwangi, Jawa Timur. Pemandangan gelap di kanan-kiri, hanya tampak lampu mobil menyorot ke jalanan yang sempit berliku dan menanjak naik, ditandai dengan suara mesin yang tak berhenti menderu. Melalui jendela yang sedikit terbuka, angin dingin menyentuh ujung hidung hingga terasa mulai membeku.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Penambang Belerang di Kawah Ijen

Gunung Ijen berada di desa Licin, Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur. Dari puncaknya di ketinggian 2.386 mdpl, terdapat kawah dengan danau berwarna hijau tosca, yang terkadang tertutup pekatnya asap belerang yang tertiup angin bagai menyelimuti permukaan danau.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Mencari 7 Surga di Kalimantan

Dari 5 pulau terbesar di Indonesia yang pernah saya kunjungi, Kalimantan adalah pulau terakhir yang saya jejaki. Itupun baru 2 kota, Samarinda dan Balikpapan. Dengan menggunakan bis umum, kedua kota besar ini saya sambangi. Menyesuaikan dengan uang saku yang terbatas, naik angkutan kota, perahu motor, hingga berjalan kaki menjadi bagian dari cerita perjalanan ini.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Nenek Moyang Cengkih di Dunia

Cengkih Afo yang berarti tua dalam bahasa setempat, adalah pohon cengkih tertua di lereng gunung Gamalama yang masih berdiri tegak walaupun sudah hampir sekarat dan mulai terlupakan. Kunjungan rombongan MAHAKARYA INDONESIA jadi salah satu cara mengingatkan kembali, bahwa negeri ini memiliki banyak harta yang berharga.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Kekayaan Rempah di Negeri Lonthoir

Kepulauan Banda terletak di laut Banda, Maluku Tengah. Saking kecilnya kepulauan ini sehingga jarang 'tampak' di atlas Indonesia. Padahal, buah pala yang dihasilkan di sana, merupakan salah satu kekayaan rempah Nusantara yang memengaruhi sejarah dunia.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Menjejak Kampung Naga

Memegang teguh adat-istiadat dan tradisi, menghormati leluhur, bersikap tidak berlebihan, dan bersahabat dengan alam adalah kearifan lokal yang dimiliki masyarakat kampung Naga.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Naik Apa dari Ternate ke Jailolo?

Di Ternate ada beberapa pelabuhan penyeberangan. Jadi kalau mau menyeberang berpindah pulau, jangan sampai salah pelabuhan. Nanti nyasarnya jadi jauh banget....

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Halmahera & Tradisi Bercocok Tanam

Bagaimana masyarakat Halmahera mengenal tradisi bercocok tanam sejak ratusan tahun lamanya bisa dilihat di Museum Alat Pertanian & Rumah Tangga Tradisional Halmahera Barat.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Menemukan Surga di Akediri

Sungai Akediri berhulu di mata air panas Balen Langsa, Desa Gamtala, Jailolo, Halmahera Barat dan bermuara di laut Maluku. Saat menyusuri sungai, saya dan dua teman seperjalanan saling terdiam, tak ingin mengganggu, asyik tenggelam terpesona indahnya pemandangan.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Jalan-jalan, Belanja & Makan Kenyang di Balikpapan

Teman jalan yang seru itu kalau semua kesusahan dibuat senang-senang. Di kota dengan biaya hidup termahal se-Indonesia, Terry Endropoetro @negeriID dan Eureka Sari @Eurekaditdot harus mengirit-irit uang. Caranya? Naik taksi ‐sebutan setempat untuk angkutan kota‐ dan jalan kaki.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Kelenteng Thien Ie Kong, Samarinda

Kelenteng Thien Ie Khong sudah berumur lebih dari seabad masih berfungi dengan baik sebagai tempat ibadah warga Tionghoa di Samarinda. Bahkan kini dijadikan cagar budaya Kalimantan Timur.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Kampung Adat Ruteng Pu'u, Flores

Seperti semua kampung adat di Flores, kampung Ruteng Pu'u hanya memiliki satu jalan masuk. Rumah-rumahnya terbuat dari kayu dan beratap seng, dibangun mengelilingi compang, yaitu lapangan luas dari susunan batu.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Di Ketinggian Bukit Bangkirai

Catatan perjalanan Terry Endropoetro @negeriID keluyuran bareng Eureka Sari @Eurekaditdot ‐salah satu pemenang #GetStranded #telkomselflash, yang mendapat hadiah pergi ke Bukit Bangkirai (Kalimantan Timur), sebuah kawasan wisata alam sekitar 50 kilometer dari Balikpapan. Tempat yang dikenal dengan canopy bridge-nya, yaitu 4 buah jembatan gantung sepanjang 64 meter, yang menghubungkan 5 buah pohon Bangkirai raksasa. Posisinya 30 meter dari permukaan tanah. Berani?

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Surga Padi di Flores

Setelah melewati jalanan pegunungan yang berliku, jalanan beraspal mulus itu membawa mobil meluncur turun membelah dataran yang merupakan areal persawahan. Disambut padi yang menguning menyebar sejauh mata memandang.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Suara Gemeretuk di Pantai Penggajawa, Flores

Setiap menyebut pantai, yang terbayang adalah deburan ombak dan pasir membentang. Biasanya pasir pantai berwarna putih berbutir, putih sehalus tepung, sampai hitam lengket karena mengandung bijih besi yang pernah saya jejaki. Tapi pantai dengan tebaran bebatuan alam, baru kali ini saya temukan.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Eratnya Adat Kampung Bena, Flores

Dari atas bukit di kejauhan tampak jajaran atap-atap rumah tradisional. Jalanan aspal yang berliku menurun pun akan berakhir persis satu-satunya pintu masuk ke kampung adat Bena. Salah satu desa tradisional di Bajawa kabupaten Ngada, Flores, yang masih menyisakan jejak-jejak budaya dari zaman megalitikum.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Kali Pertama Naik Kapal Besar

"Waduh! Berangkat nggak, nih?" teriak saya sambil meloncat panik dari tempat tidur. Mata masih lengket membaca sms dari seorang teman baik yang mencari 'pengganti' Bude-nya yang batal berangkat ke Raja Ampat. Tujuan yang bikin otak saya seperti tersengat listrik. Tidak diberi kesempatan berpikir lama-lama, jawabnya harus segera: 'Iya' atau 'Tidak'. Setelah mengiyakan, saya baru tahu bahwa saya akan ikut rombongan Jambore Nasional Lansia ha...ha... ha...

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Naik Ojek di Waisai

"Eh, ko jangan asal kasih tangan sama sembarang motor. Kalau di Waisai, cuma yang pakai helm kuning sa yang mau berhenti, " kata seorang bapak. Ah, pantas saja setiap lambaian tangan saya selalu dibalas juga dengan lambaian tangan oleh pemotor-pemotor yang lewat.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Perjalanan 'Penuh Drama'

Perjalanan ke Taman Nasional Komodo kali ini awalnya hanya saya bicarakan dengan beberapa teman. Tapi ternyata berita dari mulut ke mulut pun menyebar, hingga total 34 orang yang ikut serta.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Satu Hari di Saparua

Saparua, sebuah pulau di gugusan pulau Seram, Ambon, Haruku, dan Nusa Laut. Satu hari di sana memang tidak cukup, terlalu banyak tempat yang harus dikunjungi. Tapi paling tidak, saya sudah menjejakkan kaki di kampung halaman Pattimura.

Selengkapnya...

Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Dari Tanjung Pandan ke Tanjung Binga

Pulau 'Laskar Pelangi' tempat yang menggoda untuk didatangi. Tapi karena uang saku yang dimiliki terbatas, muncullah ide untuk menjelajahinya dengan menggunakan sepeda dan bermalam dalam tenda.

Selengkapnya...