Home >>Blog >Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Sebentar Lagi MRT Jadi!

Banyak yang ingin berkunjung ke area konstruksi bawah tanah MRT Jakarta. Pasti membayangkan seperti jalan-jalan ke tempat wisata. Pakai baju bagus, dandan cantik. dan menata rambut karena mau foto-foto. Padahal sampai di sana, harus memakai rompi khusus. Helm pengaman pun tak boleh lepas dari kepala.

Sejak dimulai pada 2013, jalur MRT (Mass Rapid Transit) sepanjang 16 kilometer sudah membentang dari Selatan ke Utara. Dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia. Terdiri dari 13 stasiun, 6 stasiun (Stasiun Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, Bundaran Hotel Indonesia) berada di bawah tanah.

Ini 12 hal yang saya ingat selama berada di dalam konstruksi bawah tanah MRT, di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia dan Setiabudi.

1. WAJIB PAKAI PENGAMAN
Selama di area proyek, semua pengunjung diwajibkan mengenakan rompi khusus, helm, dan sepatu pengaman yang disediakan. Rompi khusus didesain dengan list yang 'menyala' di tempat gelap. Jangan sekali-kali melepas helm karena bisa saja ada pecahan material yang jatuh dari atas. Jangan mengeluh karena sepatu pengaman yang disediakan tak sesuai ukuran, bahkan 2-3 kali lebih besar dari ukuran kaki. Pakai saja, tidak perlu membantah!

2. TIDAK BOLEH MEMBAWA PONSEL BERKAMERA
Dalam kelompok berkunjung hanya diperbolehkan membawa 1 buah kamera yang digunakan untuk keperluan dokumentasi bersama. Dianjurkan tidak membawa ponsel, karena dikhawatirkan menggenggam ponsel selama kunjungan akan mengurangi konsentrasi dan kesigapan bila terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

3. SATU JALAN MASUK
Kawasan proyek dipagari dinding seng. Bahkan di setiap stasiun hanya ada satu jalan masuk (sekaligus jalan keluar). Sehingga tak sembarang orang bisa keluar masuk area proyek tanpa melewati petugas keamanan.

4. ANTRE TURUN TANGGA
Untuk turun ke bawah tanah, pengunjung harus melalui tangga besi yang sempit. Begitu juga saat naik, disarankan berkelompok dalam jumlah 5-7 orang, satu per satu. Hal ini untuk mempermudah evakuasi bila dalam kelompok ada yang tiba-tiba pingsan atau cidera saat menuruni atau menaiki tangga.

5. PENGAP & BERDEBU
Jangan pernah membayangkan berkunjung ke proyek MRT seperti jalan-jalan ke tempat wisata. Belum turun ke bawah saja, keringat sudah bercucuran karena sengatan matahari. Saat di bawah tanah, disambut debu dan udara pengap. Karena pembangunan stasiun baru mencapai 80% menuju finishing. Sistem sirkulasi masih belum berfungsi sepenuhnya.

6. YANG PALING DALAM & PALING MENANTANG
Keenam stasiun bawah tanah yang sedang dikerjakan ini ternyata memiliki kedalaman berbeda. Tergantung kondisi dan struktur tanahnya. Stasiun Bundaran Hotel Indonesia dan Setiabudi mencapai 20 meter lebih di bawah permukaan tanah. Sedangkan Stasiun Dukuh Atas menjadi stasiun terdalam, mencapai 28 meter.

Selain Stasiun Dukuh Atas yang letaknya di bawah aliran Banjir Kanal. Pembuatan konstruksi Stasiun Bendungan Hilir juga rumit, karena ternyata banyak pipa saluran milik PDAM yang tak boleh tersentuh apalagi rusak saat penggalian. Begitu juga Stasiun Senayan, yang berada di bawah pondasi Patung Pemuda Membangun. Diperhitungkan sedemikian rupa karena patung raksasa tersebut tidak boleh roboh.

7. DUA LANTAI DI BAWAH TANAH
Dari 'lubang masuk' pegunjung akan turun ke lantai pertama. Berupa lorong panjang, yang kelak difungsikan sebagai pusat bisnis, loket pembelian tiket, dan kantor pengoperasian rangkaian kereta. Turun lagi, akan sampai ke lantai kedua yang merupakan platform, tempat para penumpang menunggu kereta. Sedikit menjorok ke bawah adalah jalur kereta.

8. LORONG INSTAGRAMABLE
Jalur kereta antar stasiun berada di dalam lorong panjang dengan langit-langit melengkung. Bentuknya memang instagramable. Semua pengunjung pasti akan berpose di sana. Namun, sejak awal 2018 tak boleh lagi ada kunjungan ke proyek MRT karena sudah dimulai pemasangan rel.

9. MASUK DARI MAL & PERKANTORAN
Di lantai pertama, pada dinding tertulis besar ENTERANCE. Ternyata di situ nantinya akan dibuat pintu yang langsung menghubungkan stasiun dengan mal atau perkantoran yang berada di sisi kanan-kiri stasiun.

10. BANYAK FASILITAS UMUM
Lantai pertama di stasiun bawah tanah ini nantinya akan menjadi area fasilitas umum. Akan ada ATM center, kedai kopi, kedai makanan, juga mini market. Untuk turun naik penumpang akan disediakan lift khusus untuk para penyandang disabilitas. Yang sehat jasmani rohani silakan menggunakan tangga atau eskalator. Toilet sudah pasti ada, dengan pasokan air bersih tentunya. Nah, yang lupa saya tanyakan, akankah disediakan musholla?

11. JAKARTA KEBANJIRAN
Bagaimana terowongan bawah tanah nanti bila Jakarta dilanda banjir 5 tahunan? Pertanyaan ini banyak tercetus dari warga Jakarta. Wajar kalau khawatir, karena kita belum pernah punya terowongan bawah tanah semacam ini. Namun, tentunya semua sudah diperhitungkan matang-matang. Apalagi PT. MRT Jakarta bekerja sama dengan Jepang yang sudah jauh lebih lama memiliki transportasi berteknologi tinggi. Pertanyaan lain muncul, "Bagaimana kalau gempa?" Duh, apalagi soal gempa, bukankah Jepang 'juaranya'?

12. PENGERJAAN 24 JAM TANPA HENTI
Jadi jangan pernah mengeluh soal kemacetan Jakarta selama proyek pembangunan MRT ini, karena di bawah tanah sana para pekerja proyek tidak hanya duduk ongkang-ongkang kaki. Mereka bekerja kerja keras 24 jam dalam 3 kali pergantian shift.

Jadi, sebentar lagi Jakarta punya MRT. Kapan transportasi cepat ini bisa kita nikmati? Bisa kita lihat perhitungan mundurnya di www.jakartamrt.co.id. Yuuuk, mulai hitung! █

____________________

Kunjungan ini terlaksana atas undangan PT. MRT Jakarta (Stasiun Bundaran Hotel Indonesia) pada September 2017 dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Stasiun Setiabudi) pada Desember 2017.


Comments

No comments yet.

Add Comment

* Required information
(never displayed)
 
Bold Italic Underline Strike Superscript Subscript Code PHP Quote Line Bullet Numeric Link Email Image Video
 
Smile Sad Huh Laugh Mad Tongue Crying Grin Wink Scared Cool Sleep Blush Unsure Shocked
 
2000
 
Notify me of new comments via email.