Home >>Blog >Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Dari Jempol sampai Bintang Lima

Saya sudah jadi pelanggan GOJEK sejak 2011. Lalu mulai belajar menggunakan aplikasi. Terus setia sampai kini, belum pernah pindah ke lain hati.

Saya masih mengalami bagaimana dulu memesan GOJEK harus melalui telepon. Kala itu kebutuhannya adalah untuk antar-jemput anak saya sekolah. Masih ada promo Paket Berlangganan. Dengan berlangganan 1 bulan penuh, harga antar jemputnya menjadi lebih murah.

Kali pertama mencoba, ketika anak saya sudah duduk di boncengan motor. Saya cuma bisa berdoa, semoga aman di jalan, sampai ke sekolah. Saya pikir, kalau pun ada apa-apa pasti pihak GOJEK akan mengabari saya. Yang membuat saya makin tenang adalah, ternyata yang menjemput anak saya si bapak yang sama. Saya kira karena ‘paket berlangganan.’

“Tidak juga Bu, karena armadanya masih sedikit dan rumah saya paling dekat dengan order jemput,” jawab si bapak tersipu. Wahahaha…. Iya juga ya.

Ketika akhirnya GOJEK sudah memiliki aplikasi yang bisa di-install di ponsel. Ini luar biasa memudahkan hidup saya. Sudah tidak perlu order pakai telepon, lalu menunggu tanpa tahu berapa lama lagi GOJEK bakal datang menjemput.

GO-RIDE UNTUK MOBILITAS MAKSIMAL
Dari aplikasi saya jadi tahu, bahwa GO-RIDE untuk motor, GO-CAR untuk mobil. Saya lebih sering nge-GO-RIDE ke mana-mana. Begitu juga kalau pergi bareng anak saya. Kami memilih memesan dua GO-RIDE. Harganya sama dengan pesanan satu GO-CAR. Kenapa?

Alasannya, saya tidak tahan kemacetan ibukota. Kalau dengan GO-RIDE, saya bisa memperkirakan berapa waktu tempuh yang saya perlukan untuk sampai tujuan.

Tapi sepanjang saya menggunakan GOJEK, ada pertanyaan yang belum sepenuhnya terjawab. Bagaimana kalau tahu-tahu motornya mogok, bagaimana kalau bannya bocor terkena paku, bagaimana kalau (amit-amit) ada motor ngebut terus menyerempet GO-RIDE saya?

Pasti banyak pengguna GOJEK yang menanyakan hal serupa. Makanya GOJEK mengeluarkan inovasi baru, fitur “Tombol Daruraaaaat”. Bayangkan cara mengucapkannya seperti Doraemon! Hahahaha…

Dalam keadaan darurat, seperti yang saya bilang tadi. Misalnya GOJEK yang kita gunakan mengalami kecelakaan atau terjadi tindak kriminal saat di perjalanan. Nah, ini gunanya si Tombol Darurat.

Tak perlu berteriak “Panggil Bantuan Darurat!” sambil bergaya seperti Kesatria di film animasi Jepang. Cukup tekan tombol darurat. Tut! Tombol itu otomatis terhubung langsung dengan UDG (Unit Darurat GOJEK). Unit ini bersiaga 24 jam dalam seminggu demi kenyamanan pengguna GOJEK.

Tombol Darurat ini baru tersedia untuk pemesanan GO-CAR di seluruh Indonesia. Semoga nantinya akan diberlakukan juga untuk GO-RIDE, ya.

KAMU DI MANA, PULANG JAM BERAPA, DAN PULANG NAIK APA?
Itulah pesan-pesan yang sering saya kirim kepada anak saya, kalau dia pulang malam dan pesan GOJEK dari mana mau ke mana atau dari mana mau pulang. Kan dia yang pesan, jadi saya tidak tahu lokasi dia di mana.

Lalu pusinglah dia bolak-balik harus menjawab whatsapp.

“Iya, ini baru jalan.”

“Baru sampai Senayan.”

“Blok M.”

“Kemang.”

Lalu dia tak menjawab lagi. Saya telepon, nggak diangkat, nggak diangkat.
Tahu-tahu dia sudah nongol di depan pintu.

Nah, sekarang sudah tak perlu risau lagi. GOJEK sudah menghadirkan fitur Bagikan Perjalanan. Fitur ini berisi informasi titik pick up dan drop off, informasi pengendara, dan lokasi saya sekarang. Tautannya tinggal dikirimkan melalui Whatsapp, LINE, atau aplikasi bertukar pesan lainnya, termasuk SMS. Sejak itu saya sudah tak ‘berisik’ lagi.

Tapi saya sempat membayangkan, jangan-jangan fitur ini dibuat karena anak saya ribuan kali mengirimkan pesan ke GOJEK, “Tolong tenangkan ibu saya karena selalu minta update lokasi saya sekarang.” Hahahahaha…

BINTANG LIMA UNTUK APRESIASI PARA DRIVER JEMPOLAN
Suatu hari saya terlambat berangat ke Stasiun Pasar Senen. Saya sudah membayangkan kemacetan saat jam pulang kerja, sepanjang perjalanan dari kawasan Mampang Prapratan ke Pasar Senen.

Ketika GO-RIDE datang, saya melompat ke boncengan sambil memakai helm.

“Pak, kurang dari 1 jam lagi kereta saya berangkat. Bisa ya 30 menit sampai di sana.

Ia paham, setelah menanyakan apakah helm saya sudah terikat erat, motor pun dilaju. Tapi saya tetap saja merasa aman. Beruntung, beberapa kali perempatan lampu pengatur lampu lintas menyala hijau. Ketika mendekati satu perempatan dan lampu merah menyala, ia berkata, “Bu, saya harus ngerem kalau ini.”

Ya iyalaaaaaah!

Saya tahu GO-JEK memberi perlindungan asuransi bagi penumpang GO-RIDE. Sejak duduk di boncengan, selama perjalanan, sampai ke tujuan, keamanan penumpang dijamin. Bila terjadi pencurian atau kecelakaan saat di perjalanan, kita bisa memanfaatkan perlindungan dari asuransi ini.

Tepat 30 menit, saya sampai di Stasiun Pasar Senen. Utuh dari ujung kepala sampai ujung kaki. Saya ucapkan terima kasih berkali-kali.

“Sudah kewajiban saya, Bu,” jawabnya dengan senyuman.

Ini kelebihan para pengemudi GOJEK. GOJEK melakukan proses rekrutmen yang ketat untuk menyeleksi driver-driver pilihan serta GOJEK juga menyediakan modul pelatihan pada setiap driver, yang berisikan informasi mengenai cara menggunakan aplikasi pengarah jalan, cara merawat kondisi kendaraan, patuh pada peraturan lalu lintas, dan cara memberikan pelayanan yang baik.

Mereka juga diberikan pelatihan di Rifat Drive Labs. Mulai dari keselamatan berkendara, defensive riding, sesi praktek hingga bagaimana santun menghadapi penumpang. Program bersama RDL GOJEK ini terus dilakukan setiap bulannya diikuti sekitar 10.000 pengemudi di 20 kota di Indonesia. Dalam waktu empat tahun terakhir, program ini telah diikuti lebih dari 300 ribu mitra driver di 20 kota di Indonesia.

Selain RDL GOJEK, mitra driver juga mengikuti yang namanya #TrikNgetrip. #TrikNgetrip merupakan sebuah program edukasi yang menyampaikan pesan dengan cara menyenangkan untuk para driver supaya bisa selalu memberi pelayanan terbaik. Canggih kan?

Tak hanya itu, GOJEK juga menyelenggarakan serangkaian workshop dalam upaya meningkatkan keterampilan mitra driver melalui Bengkel Belajar Mitra. Program ini rutin diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia dengan menggandeng para profesional di bidangnya masing-masing untuk memberi pembekalan kepada driver GOJEK dalam meningkatkan layanan dan mengasah pengetahuan di bidang lainnya.

Nah, untuk pengemudi yang telah memberikan pelayanan prima dan memiliki kontribusi lebih di masyarakat, akan diberikan penghargaan berupa pin Driver Jempolan. Penghargaan ini juga sekaligus menjadi motivasi para mitra driver untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanannya. Duh, terharu yaaaa…

Lewat serangkaian pelatihan dan fitur-fitur keamanan tambahan ini saya tentunya sudah bisa #UninstallKhawatir saat beraktivitas menggunakan GOJEK.

Eits, jangan lupa lho untuk meng-update aplikasi GOJEK kamu biar bisa merasakan fitur-fitur yang sangat bermanfaat ini! Udah waktunya pakai GOJEK? Tentunya dong! █


Comments (1)

Topic:
Sort
0/5 (0)
Facebookdel.icio.usStumbleUponDiggGoogle+Twitter
Gravatar
Indah nuria says...
Gojek memang jempolan yaaa mba.. rasanya sering banget pakai jasanya, sampai untuk jempur anak-anakku jugaaa

Add Comment

* Required information
(never displayed)
 
Bold Italic Underline Strike Superscript Subscript Code PHP Quote Line Bullet Numeric Link Email Image Video
 
Smile Sad Huh Laugh Mad Tongue Crying Grin Wink Scared Cool Sleep Blush Unsure Shocked
 
2000
 
Notify me of new comments via email.