Home >>Blog >Tempat Inap

Terry Endropoetro's avatar

Siger & Gajah di Batiqa Hotel Lampung

Sebagai hotel bintang 3, Batiqa mempunyai standart tersendiri yang membuat nyaman para tamu. Selain fasilitas, keramahan semua orang di dalam hotel ini bikin hati berasa di rumah. Tapi khusus di Lampung ada hal lainnya yang bikin saya penasaran.

Hotel Batiqa mengusung budaya di mana ia berada. Saat di Batiqa Hotel Cirebon saya lihat ornamen dengan hiasan batik mega mendung 'bertebaran' di mana-mana. Bukan membandingkan, tapi apakah hotelnya di Lampung bakal ada batik juga?

TENGADAHKAN KEPALA KE ATAS
Batiqa Hotel Lampung berada di kawasan Pahoman, salah satu kawasan elit di Bandar Lampung. Hanya ada satu pintu masuk ke dalam gedung. Beberapa petugas keamanan hotel menyapa ramah dan membantu mendorong pintu kaca dan mempersilakan saya masuk.

Di balik pintu kaca ternyata merupakan sebuah lounge. Ruangannya tak terlalu besar, perabotannya sederhana. Sebuah sofa dengan beberapa bantalan, sebuah meja pendek, dan buffet. Tapi saat tak sengaja menengadahkan kepala ke atas. Waaaaah, ternyata di sana kemegahannya.

Bagian langit-langit berhias ornamen khas daerah Lampung. Seperti siger (mahkota adat bagi perempuan) dan gajah. Ornamen ini didominasi warna emas yang mengingatkan saya pada kain tenun tapis Lampung.

Pertanyaan lain muncul. Karena nama hotelnya Batiqa, jadi yang terlintas di kepala pasti kain batik. Tapi ternyaya rasa penasaran itu hanya sebentar. Karena di salah satu dinding ada hiasan kain batik berwarna-warni. Motifnya khas daerah Lampung, ada yang berlekuk, bergaris, dan ada yang bergambar gajah juga. Warnanya pun cerah, seperti kuning, hijau, dan merah.

BOLEH MINUM SEPUASNYA
Resepsionis ada di lantai dua. Daripada naik lift, saya memilih naik tangga. Melewati relief yang  menampilkan tempat-tempat wisata di Lampung. Walau bentuk dan tampilannya agak vintage toh saya lama juga berdiri di depannya, melihat daerah mana saja di Lampung yang ingin saya kunjungi. Banyak ternyata! Ha... ha... ha... ha....

Yang juga menjadi ciri khas Batiqa Hotel ada cap-cap batik yang terbuat dari Kuningan. Disusun sedemikian rupa menjadi ornamen ciamik penghias dinding di bagian resepsionis.

Seorang petugas resepsionis, sedang melayani tamu lain. Saya duduk menunggu. Tak terburu-buru karena waktu check-in saya masih 4 jam lagi.

Di samping bangku panjang ada meja dengan mesin pembuat kopi. Beberapa cangkir kaleng warna-warni disusun rapi di sampingnya. Ternyata itu welcome drink-nya. Tak hanya kopi hitam, tapi ada capuccino, chococcino, hot choccolate, choco vanilla, dan vanilla latte. Wihiiiiy! Hmmm... pilih apa ya? Boleh nyicioin semua nggak ya? Ha... ha... ha... menggoda banget sih, buat dicoba.

Ternyata, kalau sore mesin ini 'akan berubah' menjadi mesin wedhangan dan jamu. Pilihannya ada wedhang jahe, kunyit asam, kencur, temulawak, atau kencur temulawak Seru ya! Sangat Indonesia.

PUNYA TEMAN TIDUR
Lift membawa saya ke lantai 13. Cukup tinggi untuk melihat suasana kota. Ah, kalau tahu hotel ini memiliki 15 lantai, saya akan pesan kamar di lantai tertinggi.

Kalau kalian memilih kamar deluxe, kalian akan mendapat kamar besar, cukuplah untuk jungkir balik ke sana-sini. Mata saya langsung tertuju pada benda di atas tempat tidur dan langsung jatuh hati. Ada gajah kecil di situ! Idenya memang luar biasa. Gulungan handuk dibentuk jadi boneka gajah. Aduh! Gemes! Malah jadi sayang mau dibongkar.

Saat membuka lemari untuk mencari sandal kamarnya yang cantik dengan batik biru. Saya malah terpana melihat apa yang tergantung di lemari. Bukan jas kamar, tapi sajadah. Jarang lho menemukan barang ini di kamar hotel. 

Di kamar tersedia sebuah sofa di pinggir jendela dan meja kerja di sudut kamar. Di meja panjang di bawah televisi, ada air mineral, beberapa teh dan gula, disusun rapi berdekatan dengan cangkir dan pemanas air. Tapi yang membedakannya adalah sachet kopi robusta Lampung. Nah, ini yang bikin hotel ini unik. Mengangkat budidaya dan produksi lokal. Nggak melulu berbau luar negeri, kopi Lampung tetap juara kok.

MENCARI TEMAN NGOBROL
"Apakah ada fasilitas jemput di bandara?" tanya saya pada pihak hotel, beberapa hari sebelum saya pergi ke Bandar Lampung. Mengingat jarak Bandara Radin Inten sekitar 27 kilometer dari pusat kota.

Hotel Batiqa Lampung memang tidak menyediakan fasilitas jemput-antar dari dan ke Bandara Radin Inten II. Tapi bila minta dijemput atau diantar ke bandara pihak hotel akan membantu mengaturnya.

Nah, salah satu keuntungan hotel ini bintang tiga ini adalah letaknya yang persis berada di seberang kantor bus Trans Lampung. Transportasi umum yang melayani jalur dari dan ke bandara mulai jam 04.30 - 21.00 wib. Anda tinggal naik, duduk, dan sampai.

Suasana ramah tamah tak hanya saya dapatkan dari petugas respsionis. Tapi juga beberapa karyawan di restaurant, sampai petugas room service yang berpapasan dengan saya di dekat lift. Semua menyapa akrab dengan senyum lebar. Sedikit basa-basi bahkan sambil ngobrol panjang lebar.

Ketika menjelang malam saya tak kunjung bisa tidur, akhirnya saja jalan-jalan ke bawah. Ke bistro sudah sepi, beberapa yang bertugas sudah sibuk memberesi meja. Ke lobby jelas tak ada orang, akhirnya saya ke luar dan ngobrol dengan beberapa petugas keamanan hotel yang sedang berjaga. Tentang kota Bandar Lampung, tentang makanan khas, dan Festival Krakatau yang selalu diadakan pada bulan Agustus.

Seorang petugas yang baru datang tiba-tiba menyapa saya, "Selamat malam. Bagaimana gajahnya, mbak?"

Awalnya saya sempat bingung, apa maksudnya. Ternyata, tadi siang ia dan beberapa petugas hotel sempat melihat akun instagram saya ketika saya mem-posting Si Gajah di kamar hotel. Ya ampuuuun! Update banget yaaaaa Ha... ha... ha.... ha.... █


Comments

No comments yet.

Add Comment

* Required information
(never displayed)
 
Bold Italic Underline Strike Superscript Subscript Code PHP Quote Line Bullet Numeric Link Email Image Video
 
Smile Sad Huh Laugh Mad Tongue Crying Grin Wink Scared Cool Sleep Blush Unsure Shocked
 
2000
 
Notify me of new comments via email.