Home >>Blog >Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Mengejar Matahari di Lolai

Rasanya mata masih melekat, mimpi malam itu pun belum usai. Tapi jam 4 pagi saya harus berangkat dari Toraja Heritage Hotel menuju Lolai, dataran tinggi di Toraja Utara, untuk mengejar terbitnya matahari.

Di dalam mobil, saya, Atemalem, Ananda Putri Laras, Nita Sellya, dan Dyan Adjie langsung merebahkan punggung di sandaran kursi. Meneruskan kantuk yang masih tersisa. Tak tahu arah mana yang dituju, yang jelas mobil terus bergerak menanjak, berkelok tajam, dan sesekali berguncang karena jalanan yang rusak.

Kabut tebal sesekali membuat mobil harus mengurangi kecepatan, karena pandangan di depan tak lebih dari 1-2 meter saja. Melalui jendela sebelah kanan sesekali terlihat dinding tebing, sementara di kiri tampak pucuk-pucuk pohon yang menandakan jurang yang dalam. Tempat yang kami tuju berada di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut. Jendela yang sedikit dibuka langsung menghantarkan udara dingin yang menggigit tulang.

TONGKONAN LEMPE

Setelah menempuh 45 menit perjalanan, mobil berbelok ke sebuah lapangan luas. Ada 2 tongkonan (rumah adat Toraja) dan 2 alang (lumbung) yang dibangun berhadapan. Beberapa tenda masih terpasang berderet di dekat warung kopi. Cahaya lampu warung cukup terang, sehingga saya bisa melihat tali kawat yang direntangkan menjadi pagar pembatas, menjaga agar pengunjung tak terpeleset masuk ke jurang.

Langit gelap. Bintang-bintang masih gemerlap. Kami duduk di pinggir batu bergelung dalam sarung tenun menunggu semburat merah menggaris di ufuk timur, sembari ngobrol dan menghirup kopi panas.

Sedikit demi sedikit langit bagian atas mulai terang. Mulai tampak awan putih yang bergerak perlahan terbawa angin. Proses terbitnya matahari tak seperti yang diharapkan, bulatan kuning sempurna tak terlalu tampak. Karena awan terus bergerak menghalangi matahari di cakrawala, menutup petak-petak sawah dan pemandangan di bawah sana. Tapi tetap saja, terbitnya matahari menjadi pemicu semangat di awal hari. Kami pun tak berhenti berfoto hingga langit terang dan berubah warna menjadi biru cerah.

Yang tak disangka-sangka, ternyata sebenarnya Tongkonan Lempe seharusnya ditutup mulai hari itu (sampai beberapa bulan ke depan), karena keluarga pemilik tanah hendak membangun hotel di situ. Tapi karena pintu masuk tak dijaga dini hari tadi keburu banyak wisatawan yang datang. Sungguh menjadi keberuntungan kami.

'MELAYANG' DI TO'TOMBI

Selain Tongkonan Lempe, To'tombi menjadi pilihan untuk menunggu terbitnya matahari. Tempat yang kami sambangi dalam perjalanan pulang ini hanya memakan waktu 15 menit perjalanan dari Tongkonan Lempe.

Benarlah kalau dataran Lolai dijuluki Negeri di Atas Awan. Karena ketika saya mendekat ke pinggir jurang, pemandangan di bawah hanya gumpalan awan. Padat dan rapat seperti permadani hingga ke ujung cakrawala, tempat beberapa puncak-puncak gunung mengintip di kejauhan.

Ternyata To'tombi merupakan landasan favorit penggemar paralayang di Toraja Utara. Melayang dari To'tombi dan mendarat di daerah Pangrante di dekat Rantepao. Tapi tentunya paralayang akan dilakukan pada waktu-waktu dan cuaca tertentu. Karena bila melayang menembus awan yang bergumpal merata begini, entahlah mereka akan mendarat di mana ha... ha... ha... ha....

Berbeda dengan Tongkonan Lembe yang merupakan tanah keluarga, kawasan To'tombi dikelola pemerintah. Tempat ini difasilitasi dengan kamar mandi dan beberapa gazebo yang disewakan seharga Rp300.000 per malam. Setiap gazebo yang dilengkapi dengan tirai penutup ini bisa memuat 10 orang, bahkan mungkin lebih bila mau tidur saling merapat. Bila berencana bermalam di sana, sebaiknya Anda persiapkan perlengkapan tidur seperti alas tidur, bantal, dan selimut. Sementara soal makan tak usah khawatir, karena ada warung kecil yang buka selama 24 jam.

"Tadi malam hujan besar," terdengar orang di belakang saya bercakap-cakap, "Tumben ada awannya. Biasanya kalau malam hujan, paginya tak ada awan."
Saya sempat bingung, jangan-jangan bukan pemandangan seperti ini yang seharusnya saya saksikan.

"Ternyata tidak, ya...," percakapan berlanjut, "Beruntung sekali di sini banyak awan, pertanda rezeki makin baik."
Spontan saya berucap, "Aaamiiin..." █

Tip:
- Agar memudahkan transportasi dan akomodasi, gunakan jasa tour travel dari Makassar.
- Bila berwisata sendiri, Anda bisa menyewa motor atau mobil di Rantepao. Info tempat penyewaan bisa ditanyakan di hotel tempat Anda menginap.
- Pakailah jasa guide, agar Anda mengenal sejarah, adat istiadat, dan kekayaan budaya Toraja.

BAGAIMANA KE SANA?
Bila Anda berasal dari luar Sulawesi, cara termudah Anda bisa menggunakan pesawat ke Makassar.
Bus (AC dan non-AC):
Makassar  ke Makale (Toraja) atau Rantepao (Toraja Utara).
Jadwal pemberangkatan bus:
08.00, 10.00, 13.00, 20.00, 20.30 wita.
Pesawat:
Makassar ‐ Pong Tiku
Jadwal pemberangkatan:
08.00 dari Makassar, 11.00 dari Toraja.

Baca juga pengalaman:
>> Reh Atemalem: Mentari Membelai di Lolai
>> Nita Sellya: Pesona Toraja, Lolai Negeri di Atas Awan

--------------------

Perjalanan bersama para blogger ini terlaksana atas undangan Kementerian Pariwisata Indonesia. Foto-foto juga diposting di twitter dan instagram dengan hashtag #PesonaToraja #PesonaIndonesia


Comments (7)

Topic:
Sort
0/5 (0)
Gravatar
Rry Rivano says...
lihat foto dirimu dan teman-teman semua disni sungguh buat merinding dan kagum *love lagi*
Gravatar
Reh Atemalem says...
Aku masih merinding kalau ingat Si Ibu dari Dinas Pariwisata bilang, "tak semua bertemu awan".

Rasanya ingin sujud untuk rezeki selama perjalanan yang ga abis-abis.
Gravatar
Terry Endropoetro says...
Sementara kita ke sana nggak mikir apa-apa ya.
Gravatar
Fitri Tasfiah says...
bagus viewnya. di sana suhu berapa ya?
Gravatar
Terry Endropoetro says...
Anginnya dingin, tapi nggak sedingin Bromo sih.
Gravatar
Nita says...
Keberuntungan kita luar biasa yes Grin
Gravatar
terry endropetro says...
Keberuntungan beruntun. Mungkin hati kita sedabg suci (((((sedaaaaang?))))

Add Comment

* Required information
(never displayed)
 
Smile Sad Huh Laugh Mad Tongue Crying Grin Wink Scared Cool Sleep Blush Unsure Shocked
 
2000
Captcha
Refresh
 
Enter code: