Home >>Blog >Jalan-jalan

Terry Endropoetro's avatar

Kawasan Kota Tua Cirebon

Berawal dari rasa penasaran mencari titik nol kilometer di kota pelabuhan di pesisir utara Jawa ini. Sebuah lokasi yang ditetapkan pada 1808 oleh Herman Willem Daendels dan menjadi patokan dimulainya pembuatan jalan dari Cirebon ke Losari dan Indramayu, dalam rangkaian jalan Anyer-Panarukan. Dan dari lokasi ini pula keindahan 10 bangunan cagar budaya bisa saya nikmati.

1. KANTOR POS INDONESIA
Jl. Yos Sudarso, Cirebon
Dibangun tahun 1906

Melihat dari pegangan pintu masuk yang terbuat dari besi berlekuk, sudah bisa ditebak bangunan ini peninggalan zaman kolonial Hindia-Belanda. Begitu pula lubang surat di dinding bagian luar yang bertuliskan brievenbus (kotak surat). Jalan Anyer-Panarukan yang melintas yang melintas di kota Cirebon membuat proses pengiriman surat antar kota di Jawa pun menjadi lebih cepat. Itulah mengapa dikenal istilah 'jalan raya pos'.

2. GEDUNG BANK INDONESIA
Jl. Yos Sudarso, Cirebon
Dibangun tahun 1919

Gedung berwarna putih bergaya art deco ini dirancang oleh arsitek F.D. Cuypers & Hulswit. Digunakan sebagai kantor cabang ke-5 dari De Javanesche Bank. Pada zaman pendudukan Jepang nama De Javanesche Bank berganti menjadi Hanpo Kaihatsu Ginko. Kecuali saat pendudukan Jepang, selama 1866-1953 hampir semua urusan perbankan selalu dipegang atau dipimpin oleh bangsa Belanda. Barulah pada 1954, segala hal perbankan diambil alih seluruuhnya oleh bangsa Indonesia.

3. GEREJA SANTO YUSUF
Jl. Yos Sudarso, Cirebon
Dibangun tahun 1878

'Ludovicus Theodorus Gonsalves commendator ordinis equestris S. Gregorii Magni. Hoc templum dei aedificavit. Anno dni MDCCCLXXX. 'Tulisan di dinding luar bagian atas gereja ini, menyebut nama Ludovicus Theodore Gonzales yang membangun gereja di tanah miliknya. Hingga kini bangunan gereja masih dibuka bagi para umat Katholik untuk melakukan misa.

4. GEREJA KRISTEN PASUNDAN
Jl. Kebumen, Cirebon
Dibangun tahun 1788

Tak jauh dari Gereja Santo Yusuf, ada pula gereja Protestan peninggalan Belanda, Protestanche Kerk.dibangun bergaya eropa segi 8. Dekat pintu masuk gereja terdapat tulisan 'Dogter vanden koopman encheri: bons resident. Godfried Carell Gocking a en Johanna Maria Alting geborenden 7.9br 1788. En on gedoopt dendaar aanover leeden'. Tampaknya ada hubungannya dengan tiga makam di halaman depan gereja tempat beristirahatnya Godfried Carell Gocking, opperkoopmen (pemimpin perwakilan VOC di Cirebon pada masa 1792-1800) beserta istri dan anaknya.

5. GEDUNG CIPTA NIAGA (Tahun 1911)
Jl. Kebumen, Cirebon
Dibangun tahun 1911

Persis di sebelah Gereja Kristen Pasundan, didirikan sebuah gedung perniagaan. Di dinding bagian depan tertera tulisan 'Internationale Rediet & Handelsveerining - Rotterdam' semacam asosiasi kredit perdagangan. Di bagian menaranya ada pintu dan pagar besi setengah lingkaran dan tiang bendera. Terbayang kala itu yang berkibar bendera merah, putih, dan biru.

6. KLENTENG TALANG
Jl. Talang, Cirebon
Dibangun tahun 1450

Dibangun oleh Tan Sam Chai atau H. Mohamada Syafei. Seorang saudagar muslim dari Tiongkok yang mendarat di pantai utara Caruban. Talang pun sebenarnya diambil dari kata toa lang yang berarti orang besar atau tuan besar yang ditujukan bagi tiga orang laksamana utusan Kaisar Ming, yaitu Cheng Ho, Fa Xien, dan Khung Wu Fung yang semuanya beragama Islam. Di tempat inilah para pedagang, tempat berkumpul para muslim Tionghoa, dan sekaligus digunakan sebagai masjid. Seiring waktu ketika kegiatan Islam berpusat ke Gunung sembung, tempat bernama Klenteng Soeh Boen Pang Gie Soe (Rumah Abu Leluhur) ini kemudian digunakan sebagai tempat beribadah umat Kong Hu Cu.

7. GEDUNG BAT
Jl. Pasuketan, Cirebon
Dibangun tahun 1924

Gedung bergaya art deco ini juga dirancang oleh arsitek F.D. Cuypers & Hulswit dan menjadi kantor British American Tobacco. Bangunan dua lantai ini masih digunakan sampai berakhirnya Perang Dunia II dan masih terawat dengan baik hingga sekarang.

8. KLENTENG TIAO KAK SIE
Jl. Kantor no. 2, Cirebon
Dibangun tahun 1595

Lebih dikenal dengan sebutan Klenteng Dewi Welas Asih. Letaknya yang tak jauh dari pelabuhan kala itu, menjadikan klenteng ini dipergunakan untuk beribadah para pedagang dan masyarakat sekitar sekaligus tempat menambah ilmu.

9. GEDUNG BANK MANDIRI (1930-an)
Jl. Kantor no. 4, Cirebon
Dibangun tahun 1930-an

Letaknya berdampingan dengan Klenteng Tiao Kak Sie, gedung yang terletak di ujung perempatan ini merupakan bekas kantor Nederlandsche Indische Estompto Maastschappij (NIEM). Sebuah perusahaan Hindia-Belanda yang bergerak di bidang perbankan sekaligus sebagai pemegang monopoli pembelian hasil bumi di Nusantara dan penjualan ke luar negeri.

10. KLENTENG BOEN SAN TONG
Jl. Winaon, Cirebon
Dibangun tahun 1894

Bentuk gerbang dan warna pintu klenteng yang berwarna merah tampak mencolok di kawasan pasar Kanoman. Tulisan Vihara Pemancar Keselamatan terpajang di atas pintu. Warna merah mendominasi tempat ibadah ini. Ada beberapa ruang tempat 'sembahyang' tapi di bangunan utama tampak paling menarik. Selain masih merupakan bangunan asli, pada dinding keramiknya tersusun gambar-gambar yang mengisahkan tetang dewa dan kebajikan.

Kawasan kota lama, merupakan kawasan kota yang dulu sibuk dan cukup modern pada masanya. Selain sepuluh tempat di atas, masih banyak bangunan cagar budaya lainnya, dan masih banyak pula bangunan peninggalan kolonial yang pantas namun belum dijadikan cagar budaya. Naik becak, bersepeda, atau berjalan kaki, merupakan cara terbaik menikmati kawasan kota ini. █

──────────────────

Perjalanan bersama para blogger (Jakarta, Cirebon, dan Indramayu) ini terlaksana atas undangan Kementerian Pariwisata Indonesia. Foto-foto juga diposting di twitter dan instagram dengan hastag #PesonaCirebon #PesonaIndonesia


Comments

No comments yet.

Add Comment

* Required information
(never displayed)
 
Smile Sad Huh Laugh Mad Tongue Crying Grin Wink Scared Cool Sleep Blush Unsure Shocked
 
2000
Captcha
Refresh
 
Enter code: